Penerapan Metode Teman Sebaya dalam Meningkatkan Hasil Belajar Materi Menghindari ghibah dan Melaksanakan tabayyun di Kelas VII SMP Islam Al Ummah Tahun Pelajaran 2024/2025

Penerapan Metode Teman Sebaya



Penelitian ini mengkaji penerapan metode teman sebaya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Menghindari ghibah dan Melaksanakan tabayyun di Kelas VII SMP Islam Al Ummah. Dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 70 pada pra-siklus menjadi 89 pada siklus kedua. Metode teman sebaya juga berdampak positif terhadap keterampilan sosial siswa, meningkatkan kerjasama aktif dan keterlibatan mereka dalam proses belajar.


Metode ini mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat serta melatih mereka dalam berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi. Siswa juga merasa lebih nyaman dalam belajar karena dapat berdiskusi dengan teman sebaya dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.


Dengan hasil yang positif ini, metode Teman Sebaya direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas dalam proses pembelajaran di SMP Islam Al Ummah, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Harapannya, strategi ini dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter siswa yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai Islam.


Metode teman sebaya memungkinkan siswa yang lebih paham membantu teman-temannya yang masih kesulitan dalam memahami materi. Dengan cara ini, suasana belajar di kelas menjadi lebih interaktif, menyenangkan dan siswa bisa belajar bersama dalam kelompok kecil dengan leluasa. Siswa yang lebih paham menjadi tutor temannya dalam menjelaskan materi. Guru di sini lebih ditekankan menjadi fasilitator bukan sebagai satu-satunya sumber informasi, di mana guru lebih pada memantau dan memberikan arahan jika diperlukan.


Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif metode teman sebaya dalam pembelajaran PAI dan bagaimana penerapanya dalam keberhasilan siswa kelas VII SMP Islam Al Ummah dalam memahami materi Bahaya Ghibah dan Pentingnya Tabayyun. Penelitian ini dilakukan dengan dalam dua siklus, dimana setiap tahapan teori dari perencanaan, Pelaksanaan observasi dan refleksi dan sampai pada tahap akhir setiap siklus guru, beserta siswa mengevaluasi proses belajar yang telah berlangsung melalui refleksi pembelajaran baik dari guru maupun dari murid untuk mengetahui apa yang Perlu diperbaiki dan memutuskan langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan.


Kegiatan ini diawali dengan pra siklus dalam penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk mengetahui skor awal pemahaman siswa kelas VII sebelum diberikan tindakan. Pra siklus dalam penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2024. Untuk mengetahui keadaan awal pemahaman siswa kelas VII, peneliti melakukan pre test terhadap siswa ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan hasil pre test, nilai rata-rata yang didapat masih pada angka 70. 


Pada siklus pertama metode tutor sebaya diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Dalam tahap ini, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, di mana satu siswa ditunjuk sebagai pengajar teman sebaya. Rencana ini bertujuan agar siswa lebih aktif belajar melalui interaksi dengan rekan-rekan sebayanya, serta mengurangi kecenderungan siswa untuk pasif atau mengantuk selama proses pembelajaran. Hasil observasi di kelas menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, beberapa siswa tampak pasif dan kurang termotivasi. Mereka cenderung hanya menerima informasi dari guru tanpa menunjukkan inisiatif untuk bertanya, berdiskusi, atau berusaha memahami materi lebih mendalam. Beberapa siswa terlihat tidak antusias mengikuti pelajaran, yang mengindikasikan bahwa metode pembelajaran konvensional belum mampu menarik minat dan keterlibatan mereka.


Setelah penerapan metode tutor sebaya pada Siklus 1 dalam lingkup materi Bahaya Ghibah dan Pentingnya Tabayyun dengan durasi 2x40 menit, terdapat peningkatan dalam hasil belajar siswa, dengan nilai rata-rata kelas meningkat dari 70 menjadi 80 pada asesmen sumatif lingkup materi. Peningkatan sebesar 10 poin ini menunjukkan bahwa metode ini mulai memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa.


Pada tahap perencanaan Siklus 2, dilakukan evaluasi terhadap kelemahan dan kekurangan yang ditemukan pada Siklus 1. Berdasarkan evaluasi tersebut, langkah-langkah perbaikan dirancang untuk meningkatkan efektivitas penerapan metode teman sebaya. Perencanaan pada Siklus 2 difokuskan pada penguatan peran siswa sebagai pengajar teman sebaya, peningkatan dinamika kelompok, dan memastikan keterlibatan aktif setiap siswa dalam pembelajaran. Pelatihan khusus direncanakan untuk siswa yang bertugas sebagai pengajar, sehingga mereka dapat memberikan penjelasan yang lebih mudah dipahami oleh teman- temannya. Selain itu, strategi diskusi kelompok yang lebih baik juga disiapkan untuk memastikan setiap siswa berpartisipasi secara aktif dalam kelompok.


Hasil observasi dan tes di Siklus 2 dievaluasi. Refleksi ini menunjukkan bahwa perbaikan yang dilakukan pada Siklus 2 telah berhasil meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan, dengan peningkatan nilai rata-rata dari 80 di Siklus 1 menjadi 89 di siklus 2. Selain itu, refleksi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial siswa, terutama dalam hal kerjasama, komunikasi, dan kepemimpinan dalam kelompok. Siswa yang bertindak sebagai pengajar teman sebaya merasa lebih percaya diri dan mampu menjelaskan materi dengan baik. Hasil refleksi ini memberikan gambaran bahwa penerapan metode teman sebaya pada Siklus 2 berjalan lebih efektif, dan perbaikan yang dilakukan terbukti berhasil memperbaiki proses pembelajaran secara keseluruhan. Refleksi juga mengindikasikan bahwa metode ini dapat diterapkan secara lebih luas untuk mata pelajaran lain yang memerlukan pemahaman mendalam dan partisipasi aktif siswa.


Berdasarkan hasil penelitian ini, Penerapan metode teman sebaya Terbukti berhasil dalam meningkatkan belajar siswa hal ini bisa diketahui atau dilihat hasil peningkatan nilai rata-rata dari 70 ke 80, dari 80 ke 80 terkait materi yang diajarkan yakni Bahaya Ghibah dan Pentingnya Tabayyun. disamping itu siswa menjadi lebih aktif untuk terlibat dalam diskusi dan juga bisa saling bertukar pengalaman dari satu teman ke teman yang lainnya untuk bisa belajar secara kolaboratif yang efektif.


Dari sini diharapkan Guru mata pelajaran lain juga menggunakan metode ini tidak hanya dalam mata pelajaran PAI tapi juga pada pelajaran lain yang membutuhkan pemahaman yang mendalam seperti Ilmu exact atau ilmu sosial yang lainnya dalam melibatkan siswa dalam proses pembelajaran mereka akan merasa lebih bertanggung jawab dan juga terdorong untuk belajar atas kemauan sendiri selain itu juga keterampilan dalam bekerja sama atau keterampilan sosial Semakin meningkat dan berkembang.


Dari sini bisa disimpulkan bahwa metode teman sebaya tidak hanya membantu untuk meningkatkan nilai akademik tapi juga meningkatkan keterampilan sosial guna menciptakan suasana belajar yang lebih efektif kolaboratif dan inklusif guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk saling belajar sementara siswa menjadi bagian aktif dalam proses pembelajaran dengan metode seperti ini kelas menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan serta dinamis untuk belajar.


Berikut ini link video pembelajaran


________________________________________________________________________________

Profil Penulis

Fairuz 'Izzati, S.Pd. Lahir pada tanggal 20 Juli 1997 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penulis pertama kali masuk pendidikan di MI Muhammadiyah 1 Jombang pada tahun 2006 kemudian penulis melanjutkan pendidikan di MTS ytp Kertosono dan lulus pada tahun 2012 kemudian penulis melanjutkan pendidikannya di m a y t p Kertosono dan lulus pada tahun 2015. Dan pada tahun yang sama penulis terdaftar sebagai mahasiswa di institut agama Islam negeri Tulungagung fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan pendidikan agama Islam dan tamat pada tahun 2019.


Komentar

Lebih baru Lebih lama